7 Cara Menjadi Penulis Pemula hingga Profesional

Cara menjadi penulis pemula

7 Cara menjadi penulis pemula hingga profesional dengan efektif


Menjadi penulis mungkin terdengar seperti hal sepele, tetapi pada kenyataannya menjadi seorang penulis bukanlah hal yang mudah, diperlukan banyak usaha dan ketekunan untuk mencapainya. Karena jika kamu ingin menjadi seorang penulis, entah itu penulis novel, artikel, buku, naskah, puisi, dan lain sebagainya maka setidaknya kamu harus tau bahwa menjadi seorang penulis itu tidak sekadar asal bisa menulis saja, tetapi ada banyak tata cara serta teknik kepenulisan yang harus dipelajari. Berikut beberapa materi yang wajib kamu pelajari jika kamu ingin menjadi seorang penulis:

1.Pelajari dan hafalkan materi EYD


Cara menjadi penulis pemula

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan materi paling dasar yang harus kamu pelajari saat kamu ingin menjadi seorang penulis (berbahasa Indonesia)


Dalam kamus EYD ini, kamu akan belajar banyak hal tentang cara penulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Saat kamu mempelajari EYD, kamu akan disuguhkan berbagai materi dasar tentang tata cara penulisan yang baik dan benar berdasarkan kaidah bahasa Indonesia, mulai dari penulisan huruf dan kata, penggunaan tanda baca, hingga cara penulisan unsur serapan.


2. Rajin-rajinlah membaca


Cara menjadi penulis pemula

Menulis dan membaca merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Membaca merupakan hal yang sangat penting untuk seorang penulis, karena dengan banyak membaca, secara tidak langsung akan menambah wawasan seorang penulis yang akan berguna di kemudian hari.

Dengan semakin semakin luasnya wawasan seorang penulis tentang hal yang ingin ia tulis, maka semakin lancar pula ia dalam menulis. Tidak sedikit penulis yang sering mengalami masalah write block saat hendak menulis, biasanya itu dikarenakan kurangnya inspirasi serta pengetahuan tentang hal yang ingin ditulis. Maka dari itu, membaca merupakan hal yang penting  untuk menunjang inspirasi serta pengetahuan seorang penulis yang akan berpengaruh pada kualitas karya tulis yang dihasilkannya.


3. Tentukan jenis tulisanmu


Cara menjadi penulis pemula

Seorang penulis Novel serta penulis non-fiksi tidaklah sama dan sudah jelas memiliki banyak perbedaan dalam tata cara penulisannya. Oleh karena itu, kamu harus tau terlebih dahulu bidang apa yang ingin kamu tulis. Dengan menentukan jenis tulisanmu, itu akan membuatmu lebih terfokus pada materi tertentu saja; akan membuatmu lebih memahami tata cara penulisan yang sesuai saja dengan apa yang ingin kamu tulis.

4. Gunakan diksi yang tepat


Cara menjadi penulis pemula


Diksi atau pemilihan kata cukup menentukan kualitas dalam suatu tulisan, semakin tepat pemilihan diksinya maka akan semakin bagus pula kualitas tulisan tersebut.


Penggunaan diksi yang tidak tepat bisa mengakibatkan perubahan makna serta mengakibatkan salah tafsir sekaligus bisa membuat ketidaksesuaian dalam ekspresi tulisan tersebut. Perhatikan contoh 2 kalimat dibawah:


Seorang ulama di kota jakarta tewas pada pukul 12 WIB dikarenakan penyakit yang telah lama dideritanya.


Pencuri di China wafat usai dihajar massa.


Dari contoh 2 kalimat diatas kita sudah tau bahwa penggunaan kata wafat dan  tewas tertukar, sehingga menjadikan kalimat tersebut terasa ganjil saat membacanya. Dengan demikian, kita juga mendapat kesimpulan bahwa kata yang memiliki arti yang sama pun bisa menyebabkan keanehan akibat dari pemilihan diksi yang tidak tepat.


5. Terapkan penggunaan kalimat efektif saat menulis


Kalimat merupakan suatu kesatuan yang terdiri beberapa kata, juga merupakan konstruksi yang sangat penting dalam suatu karya tulis. Namun, apa yang dimaksud dengan kalimat efektif? Tidak lain, kalimat efektif adalah kalimat yang cara pengungkapannya selaras dengan isi pikiran seorang penulis tersebut; tidak memiliki kerancuan bahasa dalam pengungkapannya.


Untuk membuat kalimat efektif ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, diantaranya adalah:

  1. Kesepadanan atau kesatuan antara struktur bahasa dengan jalan pikiran
  2. Kehematan dalam pemakaian kata-kata (tidak menggunakan kata-kata yang tidak diperlukan dalam sebuah kalimat)
  3. Variasi kata atau kalimat untuk menghindari kejenuhan pembaca

Setelah memenuhi beberapa syarat diatas dalam menulis kalimat, maka bisa dipastikan bahwa kalimat tersebut akan menjadi lebih efektif; membuat kualitas tulisanmu juga meningkat.


6. Lakukan proofreading


Manusia tidak luput dari kesalahan, kalimat itu juga berlaku untuk seorang penulis. Proofreading sangat diperlukan untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan seorang penulis dalam karya tulisnya. Jika terlalu banyak kesalahan dalam karya tulis bukankah akan menjadikan penulisnya terlihat tidak profesional? Maka dari itu, proofreading merupakan syarat yang tidak kalah penting untuk menjadi seorang penulis profesional.


7. Riset kembali informasi dalam tulisanmu


Riset adalah proses pengumpulan, analisis, dan penafsiran data secara sistematis untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang suatu fenomena.


Dan riset ulang bisa diartikan sebagai penganalisisan kembali suatu informasi untuk memastikan bahwa sumber dari informasi atau data tersebut berasal dari sumber yang valid dan terpercaya. Kurangnya riset bisa menyebabkan misinformasi yang bisa berdampak buruk.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), misinformasi adalah informasi yang salah atau tidak akurat yang disebarkan tanpa bermaksud mengelabui penerima. 


Jika seorang pembaca menemukan suatu misinformasi dalam karya tulismu, bukan hal yang mustahil jika kamu akan di cap sebagai seorang penulis yang keliru dan tidak profesional, itu juga akan mempengaruhi reputasimu sebagai seorang penulis.


Nah itu dia 7 trik & tips cara menjadi penulis pemula hingga profesional. Semoga artikel ini bisa membantu kamu untuk menjadi seorang penulis. Sekian dan terimakasih.- 

Lebih baru Lebih lama